Saturday, February 16, 2019

Anggota KMK-L Berikan Pelatihan Jurnalistik di SMAS Katolik St. Yohanes Paulus II Maumere

Para Anggota KMK-L  dan beberapa Guru sedang Berpose bersama Usai Memberikan Pelatihan Jurnalistik pada Sabtu (16/02/19) di SMAS Katolik St. Yohanes Paulus II Maumere



seminariledalero.org– Anggota Komunitas Menulis di Koran Ledalero (KMK-L) memberikan pelatihan jurnalistik kepada siswa-siswi SMAS Katolik Santu Yohanes Paulus II Maumere pada Sabtu (16/02/19). Kegiatan ini diprakarsai oleh KMK-L sendiri bekerja sama dengan seksi aksi sosial panitia pesta emas STFK Ledalero.
Kegiatan yang bertajuk pelatihan jurnalistik dasar ini dibuat dalam rangka menyongsong pesta emas STFK Ledalero yang puncaknya dirayakan pada 8 September 2019 mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi tri-darma Perguruan Tinggi (PT), khususnya pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, tujuan utama kegiatan ini sebenarnya untuk membangkitkan semangat membaca dan menulis di kalangan siswa-siswi SMA.
Hal di atas  disampaikan oleh Yohanes De Brito Nanto (Rio), ketua KMK-L, kepada media ini sesaat sesudah kegiatan pelatihan selesai. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka 50 tahun STFK Ledalero dan implementasi tri-darma Perguruan Tinggi, khususnya tentang pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, pelatihan menulis ini bertujuan untuk membangkitkan semangat membaca dan melatih anak-anak SMA John Paul II untuk menulis”, kata Rio.
Lebih lanjut, pemenang lomba menulis opini  dalam rangkaian ulang tahun Festival Veritas  (Festa) Universitas St. Thomas Medan ini  mengatakan bahwa ia percaya anak-anak memiliki bakat dan keterampilan dalam hal menulis. Akan tetapi, mereka tidak menemukan ruang untuk berkreasi.  Kehadiran anggota KMK Ledalero di SMAS Katolik Yohanes Paulus II hari ini kiranya dapat membuka wawasan anak-anak serta membangkitkan semangat mereka untuk menulis. “Saya percaya bahwa anak-anak memiliki bakat dan ketrampilan menulis, hanya mereka tidak menemukan ruang untuk berkreasi. KMK Ledalero datang untuk membuka wawasan dan membangkitkan inspirasi anak-anak untuk menulis”, ujar Rio, mahasiswa semester VI STFK Ledalero itu.
Anggota seksi Vox Ledalero ini juga mengharapkan agar para siswa tetap semangat membaca dan menulis. Ia juga menambahkan bahwa KMK Ledalero siap mendampingi mereka dalam waktu-waktu selanjutnya jika kerja sama ini tetap dipertahankan.  “Harapannya agar para siswa tetap semangat membaca dan menulis. Saat ini SMAS Katolik Santu Yohanes Paulus II memiliki kelompok jurnalistik. Selanjutnya, jika kerja sama ini tetap dipertahankan, KMK-L akan selalu siap mendampingi kelompok ini agar kemampuan menulis mereka berkembang”, kata Rio.
Menjadi Sekolah Model       
Yohanes Marno Niga (Pa Marno), pendamping kelompok jurnalistik SMAS Katolik Yohanes Paulus II, mengapresiasi kegiatan yang diprakarasi oleh KMK-L ini.  “Saya mengapresiasi kegiatan hari ini. Sebagai lembaga, SMAS Katolik Santu Yohanes Paulus II selalu mendapatkan banyak hal baru ketika menjalin kerja sama dengan kelompok minat dari Ledalero dan Ritapiret. Dari Ledalero ada Kelompok Menulis di Koran yang melaksanakan kegiatan pelatihan menulis seperti hari ini dan dari Ritapiret ada Kelompok Teater Tanya”, demikian kata Pa Marno.
Kegiatan bersama kedua kelompok itu menurut beliau turut membantu perkembangan diri para siswa SMAS Katolik Santu Yohanes Paulus II Maumere. Menurutnya, kegiatan bersama kedua kelompok itu mendorong para siswa untuk semakin mengerti bagaimana bersosialisasi dengan orang lain. Hal itu menunjang pembentukkan karakter mereka. 

Berkaitan dengan pelatihan jurnalistik dasar yang diprakarsai oleh KMK-L dalam kerja sama dengan seksi aksi sosial panitia emas STFK Ledalero hari ini, beliau mengharapkan agar kegiatan itu bisa menjadi program rutin setiap tahun. “Harapannya, program ini bisa jadi rutinitas. Hal ini juga merupakan bagian dari sumbangan KMK untuk SMAS Katolik Yohanes Paulus II. Dengan secara rutin melaksanakan kegiatan ini, kami mengharapkan agar ke depannya sekolah ini bisa menjadi model untuk sekolah-sekolah lain dalam hal pengembangan jurnalistik. Hal ini tentu mendorong kami untuk membuat terobosan baru dalam bidang jurnalistik”, ujar Pa Marno. 
 
RD. Fidelis Dua, Pr. Kepala Sekolah SMAS Katolik Santu Yohanes Paulus II Maumere yang dihubungi per telpon juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kelompok Menulis di Koran Ledalero yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik dasar untuk siswa-siswi SMAS Katolik Santu Yohanes Paulus II Maumere. Saat kegiatan berlangsung beliau sedang berada di luar kota karena ada urusan penting. Meskipun demikian, Romo Fidelis tetap mengharapkan agar kegiatan pelatihan jurnalistik yang dibuat oleh KMK Ledalero tetap berlanjut pada waktu-waktu mendatang.
Penulis            : Fr. Ferdi Jehalut, SVD
Editor             : Flory Djhaut

Sunday, February 10, 2019

Kini Dia Kembali ke Rumah Bapa


 
Jenazah Bruder Pankras SVD di antar menuju Kapela Agung Seminari Tinggi Ledalero




seminariledalero.org--“Kerinduan terdalam seroang anak setelah lama berada di luar rumah adalah kembali ke rumah dan berada kembali bersama orang tuanya.” Demikian diungkapkan Pater Yanuarius Lobo, SVD dalam renungan singkatnya dalam upacara ibadat sabda mengenang kepergian Bruder Pankras Hayon, SVD di kapela Agung Seminari Tinggi Ledalero pada Minggu siang (10/02/19). Lebih lanjut dalam renungannya Pater Yanuarius mengatakan bahwa kebahagiaan orang tua adalah menyambut anaknya kembali ke rumah setelah berjuang keras di luar sana, guna menjalankan sesuatu yang menjadi kehendak orang tua. Bruder Pankras Hayon, SVD telah berada di luar rumah Bapa Surgawi selama 78 tahun untuk melakukan karya perutusan Tuhan yang diperayakan kepadanya melalui pembaptisan dan terutama lewat hidup membiara dalam Serikat Sabda Allah
Bruder Pankras Hayon SVD menghembuskan nafas terakirnya di Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang Jawa Tengah pada Jumat (7/02/19) pukul 23.00 WIB  di ruang Angela Kamar No. 317. Kepergian beliau disaksikan oleh Bruder Bram, SVD  dan perawat yang bertugas. Kepada media ini Bruder Bram mengatakan bahwa Bruder Pankras dirawat di Rumah Sakit St. Elisabeth kurang lebih hampir satu bulan karena menderita gagal ginjal, komplikasi penyakit jantung, paru-paru dan prostat. Setelah menderita dan berjuang begitu lama, bruder Pankras akhirnya meninggal dunia pada jam sebelas malam.
Bruder Pankras Hayon yang memiliki nama asli Br. Dominikus Suban Hayon, SVD menghembuskan nafas terakhir pada usia 78 tahun. Bruder kelahiran Lewolaga Larantuka ini selama hidupnya pernah berkarya di berbagai tempat, termasuk di Ledalero. Bruder Pankras berkarya di Ledalero sebagai ekonom rumah dan STFK selama lima belas tahun sejak tahun 1972 hingga 1987. Bruder Pankras yang mengikrarkan kaul pertama pada tahun 1965 hidup sebagai seorang biarawan Serikat Sabda Allah (SVD) selama 53 tahun hingga ajal menjemputnya.
Usai ibadat sabda dan pemberkatan peti jenasah, jenasah Bruder Pankras diberangkatkan ke Ende tempat almarhum menjalankan tugas terakhirnya  untuk selanjutnya dimakamkan di kompleks pekuburan Biara Bruder Kondradus (BBK) Ende. “Bruder Pankras, kami keluarga besar Seminari Tinggi Ledalero mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas pelayananmu di seminari tinggi ini selama lima belas tahun lebih. Selamat jalan. Kami mendoakanmu. Doakan formasi kami dan kami semua di sini. Amin”, kata pater Yanuarius pada bagian akhir renungannya. ***
Penulis & Editor: Flory Djhaut, SVD

Puluhan Frater SVD Melakukan Penghijauan di Bukit Nitakloang

Para Frater sedang Melakukan Penanaman Pohon di Bukit Nitakloang pada sabtu (9/02/19)

seminariledalero.orgPuluhan frater Serikat Sabda Allah (SVD) yang tergabung dalam unit formasi Wisma St. Rafel, Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Maumere, Sikka – Nusa Tenggara Timur melakukan penghijauan di bukit Nitakloang pada Sabtu (09/02/2019). Bukit ini merupakan salah satu sumber mata air bagi komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan juga bagi  lahan persawahan masyarakat Nitakloang yang berada di sekitar area bukit tersebut.

Disaksikan Seminariledalero.org para frater membawa ratusan anakan pohon yang terdiri atas tiga jenis tanaman, yakni mahoni, sengon, dan beringin. Anakan-anakan pohon tersebut diangkut menggunakan truk kayu dari Wisma St. Rafael sampai di penghujung jalan tani Desa Nitakloang, Kecamatan Nita. Kemudian dari situ para frater memikul anakan-anakan pohon tersebut menuju lokasi penghijauan. Para frater tiba di lokasi penghijauan tepat pada pukul 09.00 Wita.   

Kegiatan ini merupakan realisasi kapitel provinsi SVD Ende dan ditindaklanjuti dalam Rencana Strategis (Renstra) 2019 Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Hal itu dikatakan oleh Pater Ignas Ledot, SVD  prefek unit St. Rafael kepada para frater Wisama St. Rafael sebelum berangkat menuju lokasi penghijauan. “Kegiatan kita ini merupakan realisasi Kapitel Provinsi SVD Ende yang dimasukkan dalam Renstra Komunitas St. Paulus Ledalero Tahun 2019”, kata Pater Ignas. 

Lebih lanjut Pater Ignas menekankan pentingnya penghijaun ini, yakni dalam rangka meningkatkan debit air di mata air Nitakloang. “Kita perlu menanam pohon-pohon yang mampu membantu peresapan air, sehingga debit air di mata air Nitakloang bisa meningkat”, ungkap Pater Ignas.
Kegiatan yang bertajuk penghijauan itu dilakukan pada Sabtu pagi. Sebelum berangkat menuju lokasi penghijauan, para frater dan pater secara bersama-sama mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan seperti mempersiapkan anakan pohon, linggis, pacul, sekop, wadah untuk menyimpan anakan pohon, dan perlengkapan lain yang memudahkan untuk penanaman anakan pohon. 

Tepat pukul 08.00 Wita truk berangkat menuju tempat penghijauan. Karena tempat penghijauan itu berada di bukit, para frater bersama Pater Ignas harus berjalan kaki melewati jalan yang cukup terjal yang jaraknya kurang lebih empat sampai lima kilometer dari penghujung jalan tani Desa Nitakloang. Setibanya di lokasi, Pater Ignas langsung memberi pengarahan singkat kepada para frater. “Ada tiga jenis anakan pohon yang akan kita tanam. Ada mahoni, sengon, dan beringin. Jadi nanti ada kelompok mahoni, sengon, dan beringin”. Setelah itu para frater langsung bergegas menuju lokasi penanaman.  

Frater Ferdi Jehalut, SVD, salah seorang frater yang sempat diwawancarai oleh media ini setelah kegiatan penanaman selesai mengatakan bahwa dirinya bersama para frater lainnya sangat mengharapka agar pohon yang mereka tanam dapat bertumbuh. “Harapan saya dan teman-teman, pohon-pohon yang kami tanam hari ini dapat bertumbuh dengan baik. Kalau ratusan pohon yang kami tanam hari ini hidup semua, debet air untuk komunitas Seminari Tinggi Ledalero bisa bertambah”, kata Frater Ferdi. 

Penulis            :Fr. Ius Laka, SVD
Editor             : Flory Djhaut



Friday, January 25, 2019

Membangun Ekonomi Kerakyatan dan Semangat Kewirausahaan

Johnny G. Plate (Kiri) sedang Memberikan Kuliah Umum di Kampus STFK Ledalero Maumere pada Sabtu (26/01/19)



seminariledalero.org. Anggota DPR RI dari Fraksi  Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G. Plate membawakan kuliah umum di Kampus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Maumere pada Sabtu (26/01/19). Di bawah tema: “Ekonomi Kerakyatan dan  dan Kewirausahaan”, Johnny Plate menyoroti perekonomian Indonesia, baik dalam skala nasional maupun dalam skala global dan tantangan-tantangan ekonomi yang di hadapi oleh Indonesia saat ini.
“ Indonesia sedang dibangun di era global yang mendapat tantangan yang lebih besar. Tantangan yang sangat besar. Salah-salah mengatur kelola negara, kita akan mengalami kesulitan yang besar.  Kita berada di era di mana terjadinya perang dagang. Indonesia sebagai negara yang menjadi bagian integrasi di dalam perekonomian global kemudian tidak bisa lepas dari relasi dan hubungan ekonomi dengan negara-negara lain. Kita berada di era di mana terjadi perang dagang antara negara-negara besar di dunia, khususnya di antara Amerika dengan mitra dagangnya di bawah Presiden Donald Trump.” Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR RI  yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan dan Perbankan ini.
Lebih lanjut, anggota DPR RI yang mewakili  Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) I ini menegaskan bahwa perang dagang yang terjadi antara Amerika dengan mitra dagangnya memberikan dampak yang besar bagi perekonomian kita. Perang dagang menurut dia selalu menghasilkan dampak yang merugikan semuanya. Perang dagang tersebut seringkali menghasilkan resesi ekonomi. Dan Indonesia sedang merancang perekonomiannya di tengah situasi perang dagang tersebut. Menurut dia, inilah salah satu tantangan bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Tantangan lain adalah kebijakan ekonomi Bank Sentra Amerika yang menjadi acuan mata uang dunia, termasuk Indonesia.
Pada bagian lain, mantan Direktur Utama PT. Air Asia Investama ini menyinggung soal terjadinya disparitas ekonomi yang mendalam di antara berbagai wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah sedang berusaha membangun infratruktur fisik, berupa jalan dan jembatan untuk membuka akses kepada sentra-sentra ekonomi baru. Selain itu, beliau juga menyinggung soal dana desa. Menurut Plate, dana desa yang dibagikan kepada setiap desa merupakan salah satu roda yang menggerakkan perekonomian rakyat. Karena itu, ia mendorong para kepala desa untuk mengelola dana  desa tersebut dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
Sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke daerah pemilihan NTT I, calon anggota DPR RI 2019-2024 ini menyoroti posisi Propinsi NTT sebagai propinsi termiskin ketiga di Indonesia setelah Papua dan Papua Barat. Pendapatan Perkapita NTT menurut dia hanya sekitar 18 juta rupaiah dengan rasio gini 0,35. Posisi NTT sebagai propinsi termiskin ketiga kata dia, harus diperhatikan secara serius.
Salah satu bidang yang meningkatkan perekonomian NTT menurut dia adalah bidang pariwisata. NTT merupakan salah satu dari sepuluh daerah destinasi wisata. Oleh karena itu, tegas Plate, kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga harus menjadi pelaku pariwisata. “Partisipasi lokal dalam pariwisata harus lebih tinggi. Ini adalah tugas Pemda”, kata Plate. Masyarakat harus mengambil bagian dalam sektor privat, misalnya menjadi tenaga kerja yang berkualitas  bukan sebaliknya menjadi pekerja kasar.
Kepada para peserta kuliah, Plate mendorong setiap orang untuk berwirausaha. Bahkan dengan tegas ia mengatakan bahwa para imam atau para romo tidak hanya belajar filsfafat dan teologi, serta pandai berkotbah di atas mimbar, tetapi juga harus belajar ilmu-ilmu terapan, seperti ekonomi.  Dengan itu, kata dia, para imam juga bisa menjadi pemimpin perusahaan atau unit dagang milik diosesan. Ia juga mendorong para imam untuk menjadi role model bagi umat sebagaimana yang telah diwariskan oleh para misionaris barat dahulu. “Para imam harus berada di depan umatnya. Kalau para imam berdiri sejajar dengan umat, maka kita harus berhati-hati, apalagi kalau berada di belakang umat”, kata Plate.
Kuliah umum yang berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam ini dimoderatori oleh Rm. Inosensius  Mansur, Pr. dan dihadiri oleh  Provinsial SVD Ende Pater Lukas Jua, SVD, para mahasiswa dan mahasiswi dari beberapa kampus, para dosen, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pelaku ekonomi kerakyatan yang diwakili para kepala dan bendahara koperasi-koperasi kredit (kopdit). Kuliah umum ini merupakan bagian dari program menyongsong pesta emas 50 tahun berdirinya STFK Ledalero.**  
Penulis & Editor: Flory Djhaut