Monday, August 13, 2018

Songsong Perayaan Kaul Kekal, Para Frater Adakan Kerja dan Latihan Nyanyi


seminariledalero.orgMenyongsong perayaan kaul kekal ke-24 Frater SVD pada tanggal 15 Agustus 2018 mendatang, para frater Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero adakan kerja dan latihan nyanyi. Para frater mulai melakukan kerja umum sejak Kamis, 9 Agustus 2018. Sementara anggota koor sudah mulai melakukan latihan sejak 29 Juli lalu. Selain para frater, karyawan dan karyawati juga turut bekerja menyongsong perayaan kaul kekal ini.
            Disaksikan Seminariledero.org, Frater Jeronimo da Cruz, bersama teman-temannya dari unit St. Rafael membersihkan jalan dari gerbang masuk sampai pelataran kapela Agung St. Paulus Ledalero, Sabtu, (11/08/2018). Walau terik matahari cukup menyengat, mereka tetap terlihat semangat menyelesaikan tugas mereka.
Selain unit St. Rafael, unit-unit lain juga bekerja di pos kerja masing-masing sesuai dengan pembagian dari Sie Pekerjaan Umum komunitas Seminari Tinggi Ledalero.
            Pada malam harinya (11/08/2018), tepatnya di Aula St Thomas Aquinas Ledalero, Seminariledaler.org juga menyaksikan para frater yang tergabung dalam kelompok koor Ledalero melakukan latihan koor. Mereka bertekad untuk menampilkan persembahan terbaik pada hari H nanti. 

Setelah latihan berakhir, frater Risky Kolin mengungkapkan kebahagiaannya karena tergabung sebagai anggota koor Ledalero. “Saya sangat senang bisa berlatih dengan teman-teman dan belajar banyak hal dalam dunia tarik suara.
Selain itu, saya juga percaya bahwa orang yang bernyanyi baik berarti berdoa dua kali, kata pemilik suara tenor yang bermukim di unit St. Agustinus ini.     

  
Selain itu, kelompok Ledalero Arts (LA) juga tampak serius mendekorasi latar belakang altar dan panggung perayaan kaul kekal. Di antara mereka ada yang memoles kuas cat di atas karton, sementara yang lainnya membuat aksara-aksara indah dari lempengan gabus putih. Meskipun belum rampung, lukisan LA ini sudah tampak keindahannya.
            Semua kerja persiapan perayaan kaul kekal ini harus berakhir pada tanggal 14 malam. Maka, dalam beberapa hari tersisa ini, para frater bekerja ekstra untuk membereskan segala sesuatu yang diperlukan demi menyukseskan perayaan kaul kekal ke-24 frater nanti. (Fr. Yos Bataona, SVD).

Saturday, August 4, 2018

168 Frater Seminari Ledalero Mengikuti Ret-Ret Pembaruan Kaul


Seminariledalero.org – 168 Frater Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero mengikuti ret-ret pembaruan kaul-kaul kebiaraan mulai tanggal 03 sampai 09 Agustus 2018. Dari 168 para frater yang mengikuti ret-ret, ada 154 orang yang sedang mejalani studi filsafat, 13 orang yang sedang menjalani masa TOP, dan 1 orang yang sedang menjalani masa insersi.
            Para Frater mengikuti ret-ret di unit masing-masing. Unit Santu Rafael yang berjumlah 45 orang dibimbing oleh Pater Simeon Bera Muda, SVD, Dosen Kitab Suci STFK Ledalero, Unit Santu Arnoldus yang berjumlah 35 orang dibimbing oleh Pater Salvator Towari, SVD, pembimbing ret-ret di rumah ret-ret Noemeto Kefa, Unit Santu Yosef yang berjumlah 48 orang dibimbing oleh Pater Patris Pa, SVD, Wakil Provinsial SVD Ende, dan Unit Santu Agustinus yang berjumlah 46 orang dibimbing oleh Pater Yosef Seran, SVD, Mantan Vikjen Keuskupan Agung Ende.

 Ret-ret pembaruan kaul merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai persiapan sebelum membarui kaul-kaul kebiaraan pada tanggal 15 Agustus setiap tahun. Kegiatan ini bertujuan agar para anggota yang masih berkaul sementara semakin mematangkan pilihannya sebelum membarui kaul-kaul kebiaraan.
Mengakrabkan Diri dengan Kitab Suci
            Di Unit Santu Rafael, Pater Simeon Bera Muda, SVD, dalam khotbahnya pada missa pembukaan ret-ret mengajak para frater untuk mengembara di Belantara Sabda Allah selama sepekan ini. Menurut Pater, sebagai anggota Serikat Sabda Allah, para frater diajak untuk semakin mengakrabkan diri dengan Kitab Suci. Kitab Suci adalah sebuah Belantara yang penuh kekayaan. Siapa pun diperkenankan untuk mengembara di dalamnya. Pengembaraan itu pasti tidak berakhir dengan sia-sia, karena di Belantara itu kita sebagai pengembara akan bertemu dengan Allah, yang menciptakan dunia dan segala isinya dari ketiadaan (creatio ex nihilo).
            “Selama sepekan ini kita diajak untuk mengembara di Belantara Sabda Allah. Sebagai anggota SVD, kita diajak untuk mengakrabkan diri dengan Kitab Suci. Kitab Suci adalah sebuah Belantara yang penuh kekayaan. Siapa pun diperkenankan untuk mengembara di dalamnya. Pengembaraan itu dijamin tidak berakhir dengan sia-sia, sebab di dalamnya kita akan berjumpa dengan Sang Sabda yang menciptkan dunia dan segala isinya dari ketiadaan (creatio ex nihilo)”, kata Pater Simeon. (Penulis Ferdi Jehalut SVD – 081236870052).

PATER PAULUS BUDI KLEDEN DIPILIH JADI PEMIMPIN SVD SEJAGAT


Seminariledalero.org – Pater Paulus Budi Kleden, SVD, Dosen Teologi STFK Ledalero, terpilih sebagai Pemimpin Umum Serikat Sabda Allah (SVD) sejagad, dalam sidang Kapitel General XVIII di Roma, Rabu, (4/7/2018). Pater Budi menjadi Pimpinan Umum yang kedua belas untuk SVD, sejak didirikannya pada tahun 1875 oleh St. Arnoldus Jansen.
Pater Paul Budi Kleden, SVD (kedua dari kanan)

 
Dengan terpilihnya Pater Budi sebagai Superior General, ia akan memimpin 6005 anggota SVD di seluruh dunia, yang terdiri dari 4185 imam, 528 bruder kaul kekal, 84 bruder kaul sementara, 854 frater, dan 344 frater novis.
Terpilihnya Pater Budi sebagai Pimpinan SVD sedunia merupakan suatu yang menggembirakan. Pater Budi menjadi orang pertama dari Indonesia yang terpilih sebagai Pemimpin Umum SVD sejagad. Selain itu, ia juga menjadi Dosen STFK Ledalero yang kedua yang menjadi Superior General SVD setelah Pater Hendrik Heekeren, SVD yang menjadi Superior General pada 1977-1988.
Pater Budi Kleden lahir di Waibalun, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 16 November 1965 dari pasangan Petrus Sina Kleden dan Dorotea Sea Halan.
Pastor Budi masuk Seminari Hokeng, kemudian melanjutkan persiapan sebagai calon imam Societas Verbi Divini (SVD). Ia bergabung di SVD dengan masuk Novisiat SVD Ledalero tahun 1985. Selanjutnya, Pater Budi belajar Filsafat selama dua tahun di STFK Ledalero. Kemudian ia dikirim ke Sint Gabriel, Jerman, untuk kuliah Filsafat dan Teologi sampai akhirnya ditahbiskan menjadi imam pada 15 Mei 1993. Sesudah ditahbiskan, ia bekerja sebagai pastor pembantu Steinhausen, Swiss.
Tahun 1996-2000 Pastor Paul Budi melanjutkan studi doktor teologi sistematik di Universitas Albert Ludwiq Freiburg, Jerman. Ia kembali ke Ledalero dan mengajar teologi dan filsafat untuk para frater di Sekolah Tinggi Filsafat-Teologi Ledalero mulai tahun 2001.
Ketika menjadi dosen, Pastor Budi sangat aktif menulis buku, menerbitkan tulisan-tulisannya di media massa lokal maupun nasional. Di kelas maupun di luar kelas, Pastor Budi sangat disukai para mahasiswa karena kesederhanaan dan kerendahan hatinya.
Tahun 2005–2008 ia menjadi Wakil Provinsial SVD Ende dan sejak tahun 2012, ia menjabat sebagai anggota Generalat SVD di Roma hingga terpilih menjadi Superior General SVD pada 4/07/2018.
Bangga tapi tidak kaget
Mgr Sunarko, OFM, Uskup Pangkalpinang yang juga sahabat dekat Pastor Budi mengaku sangat bangga, namun tidak kaget. Ia mengaku mengenal kemampuan Pastor Budi. Mgr Sunarko dan Pastor Budi pernah sama-sama menempuh kuliah doktoral teologi di Universitas Albert Ludwid Freiburg, Jerman. Keduanya juga menjadi editor buku “Dialektika Sekularisasi – Diskusi Habermas – Ratzinger dan Tanggapan” yang diterbitkan oleh penerbit Ledalero dan Lamalera pada tahun 2010. “Saya ikut berbangga, meskipun tidak kaget juga, mengingat kemampuan yang dia miliki,” kata Mgr Adrianus di Kompleks Wisma Keuskupan Pangkalpinang, Rabu, 4 Juli sebagaimana dilansir Katoliknews.com.
Selama di Jerman, Mgr Sunarko mengenal sosok yang lahir di Waibalun, Flores Timur ini sebagai pribadi yang memiliki banyak talenta. “Ia banyak talenta, tekun, pandai, juga sebagai suka mencari ide-ide yang baru,” ungkapnya. Ketika terpilih jadi Uskup Pangkalpinang, Mgr Adrianus OFM mengaku mendapat ucapan selamat dari Pastor Budi. “Dia mengirim ucapan selamat, dan saya bilang, ‘waduh saya tidak bisa mengajar lagi,’” tutur Mgr Adrianus. Mendengar itu, Pastor Budi mengatakan, “Monsinyur sekarang mengajar untuk seluruh keuskupan.”
Mgr Adrianus OFM tiba di Jerman pada tahun 1996, lalu setahun belajar bahasa. Ia belajar bersama Pastor Budi dari tahun 1997 sampai tahun 2000. “Kami belajar sama-sama teologi dogmatik, dibimbing oleh profesor yang sama,” katanya.
Mgr Sunarko pun mengaku sudah mendengar cerita-cerita sebelumnya dari teman-temannya di SVD ketika bertemu, di mana mereka menyebut Pastor Budi adalah calon kuat. Ia meyakini Pater Budi akan menjalankan tugasnya dengan baik. (Editor Ferdi Jehalut, SVD – 081236870052).