Thursday, September 13, 2018

69 Frater SVD Tingkat Satu Dilantik Menjadi Lektor dan Akolit





Seminariledalero.org  Sebanyak 69 frater SVD telah dilantik menjadi  Lektor dan Akolit oleh wakil rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Pater Yoseph Keladu Koten, SVD  pada Kamis sore (13/9/2018)  di Kapela agung Seminari Ledalero. Upacara pelantikan ini berlangsung dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh wakil rektor dan didampingi oleh delapan imam konselebran.
Dalam kata pengantarnya pada awal misa, Pater Yoseph menegaskan bahwa menjadi lektor berarti berani untuk mengambil bagian dalam tugas pewartaan sabda Allah. Tugas ini merupakan  tugas penting dalam perayaan  Ekaristi.
Lalu dalam khotbahnya, imam kelahiran Lewolaga, Flores Timur ini mengatakan bahwa akolit dan lektor adalah dua petugas pelayanan penting dalam perayaan ekaristi. Pelayanan seorang akolit memiliki tiga dimensi: seorang akolit membantu menghadirkan misteri keselamatan yang sedang dirayakan; membantu mengarahkan perhatian umat kepada inti misteri keselamatan, dan secara teknis melayani imam atau diakon yang bersama-sama bertugas melayani Allah dan umat Allah.
Selanjutnya dosen Filsafat pada STFK Ledalero ini menjelaskan bahwa lektor bertugas mewartakan sabda Allah dam ketika mewartakan itu, seorang lektor secara tidak langsung menghadirkan Allah yang setia, yang telah melakukan karya-karya agung kepada manusia, yang maha pengasih dan penyayang.
Pada bagian  lain khotbahnya,  ia menegaskan bahwa kalau dipahami demikian, maka tugas lektor dan akolit itu berat, tetapi  kalau kedua tugas ini dilakukan dengan cinta, maka akan terasa ringan dan menyenyangkan. Yesus tidak meminta kita untuk melakukan hal-hal gampang, tetapi melakukan sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan, keselamatan dalam diri orang lain. Tugas pelayanan sebagai lektor dan akolit yang bisa mendatangkan keselamatan tersebut dalam diri umat yang menghadiri perayaan.
Pada bagian akhir dari khotbahnya, prefek utama unit Rafael ini menjelaskan bahwa sebagai lektor dan akolit, para frater yang  dilantik menjadi lektor dan akolit ini harus melakukan tugas-tugas pelayanan dengan penuh kasih dan kemurahan hati. “Semoga sebagai lektor dan akolit, Anda semakin menghadirkan Allah yang penuh kasih dan belaskasihan di tengah umat dan terutama di tengah komunitas ini.”
Distributor dan Editor: Flory Djhaut


     

Seminari Ledalero Rayakan HUT SVD ke-143 dan Pesta Keluarga 2018

seminariledalero.org. Bertepatan dengan pesta kelahiran Santa Perawan Maria, segenap warga komunitas Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero merayakan Ekaristi syukur hari ulang tahun (HUT) SVD yang ke-143, dan syukur atas 60 tahun, 40 tahun, dan 25 tahun hidup membiara serta 25 tahun imamat dari beberapa pastor dan bruder pada Jumat (8/9/2018) di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Perayaan ini dipimpin langsung oleh Pater Emanuel Wero sebagai selebran dan  didampingi oleh  24 imam konselebran. Ada dua moment syukur yang diungkapkan oleh komunitas seminari tinggi dalam perayaan ini. Kedua  hal itu meliputi HUT Serikat Sabda Allah ke-143 tahun, dan syukur atas 60 tahun kaul Pater Otto Bauer,  pancawindu kaul Pater Yanuarius Lobo,  Pater Kondrad Kebung, Pater Marcelinus Moa, Pater Wilhelmus Djulei Conterius, dan  perak Kaul Pater Agustinus Yohanes Senda, Pater Antonius Jemaru, Pater Fransiskus Fulgensius Werong, Pater Maximus Manu, Bruder Lukas Tukan, serta perak imamat Pater Fransiskus Xaverius Weroh.
            Dalam khotbahnya, Pater Kondrad Kebung menghubungkan misteri kelahiran Santa perawan Maria dengan peringatan 143 tahun Serikat Sabda Allah. “Santu Arnoldus Janssen diinspirasi oleh Sabda Allah yaitu Kristus sendiri untuk mendirikan serikat ini tepat pada tanggal 8 september, tepat pada hari kelahiran Santa Perawan Maria. Maria yang memungkinkan Yesus lahir sebagai Sabda cinta kasih Allah kepada Manusia. Yesus merupakan tanda kehadiran Allah di tengah kita”, demikian dikatakan oleh dosen filsafat pada STFK Ledalero ini.
Lebih lanjut, imam pekerja keras ini menegaskan “Sabda cinta kasih ini harus dimiliki, dihayati, dan dimaknai oleh seorang SVD agar ia dapat sepenuhnya mewartakan kasih Tuhan itu kepada siapa saja secara meyakinkan baik dengan kata-kata kita maupun dengan hidup dan karya pewartaan.”  Menutupi khotbahnya, ia   mengajak setiap konfrater SVD seminari tinggi St. Paulus Ledalero untuk berdoa bagi Superior Jenderal dan dewannya, bagi karya misi SVD seluruh dunia, bagi saudari-saudari sependiri, SSpS dan SSpSAP, bagi rumah formasi seluruh dunia, bagi warga komunitas yang tua dan yang sakit di biara Simeon dan bagi karyawan-karyawati.
Sementara itu, Pater Frans Ceunin, selaku rektor dalam sambutannya sebelum menutup perayaan, menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua yang terlibat dalam seluruh proses kehidupan komunitas Seminari Tinggi Ledalero selama setahun pada khususnya dan kehidupan SVD pada umumnya. Selain itu, beliau juga mengajak semua anggota komunitas dan siapa saja untuk ikut berpikir tentang pengembangan finansial dan kemandirian komunitas dalam hal finansial.
 
            Seusai perayaan Ekaristi, rangkaian syukur itu dilanjutkan dengan rekreasi bersama di Pantai Krokowolon, bagian timur kota Maumere. Hadir pada kesempatan  itu antara lain komunitas para frater, bruder, dan pastor  Seminari Tinggi Ledalero, komunitas biara Simeon, komunitas pusat penelitian Candraditya Maumere, komunitas perkebunan Patiahu,  para karyawan/i dan pegawai STFK Ledalero, dan para karyawan/i Seminari Tinggi Ledalero. Hadir juga pada kesempatan itu, Suter Ines, Provinsial SSpS Flores Timur bersama anggota dewan provinsi, Suster Emilia Erti, Suster Valentina, Suster Marcelina, dan  Suster Hironima.
Panitia mengadakan berbagai kegiatan perlombaan untuk karyawati, seperti makan kerupuk, junjung botol, lari karung dan gigit sendok dan tarik tambang untuk  karyawan Ledalero dan karyawan Patiahu. Usai perlombaan itu, panitia (red: ketua seksi olahraga) mengumumkan juara dan menyerakan piala kepada tim-tim pemenang di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan selama tiga minggu menyambut pesta keluarga ini. Diserakan juga piagam-piagam penghargaan kepada setiap unit para frater yang telah  berpartisipasi setiap  dalam turnamen yang diselenggarakan dan  hadiah-hadiah lain kepada para karyawan/i.
Demi melengkapi kebahagian kemunitas, tiga orang yang mewakili para jubilaris Bruder. Lukas, P.Wilem,  dan P. Frans  selaku rektor diberi kesempatan memotong kue perayaan syukur hidup membiara dan syukur HUT SVD yang ke 143 tahun. Prosesi pemotongan kue diiringi dengan tepukan tangan meriah dari semua orang yang hadir. Rangkaian acara ditutup dengan santap siang bersama yang disusul dengan goyang ria bersama hingga jam empat sore.

Kontributor     : Fr. Engel Salmon, SVD
Editor              : Flory Djehaut

Sunday, September 9, 2018

Rekoleksi Menyongsong HUT SVD ke-143

seminariedalero.org  Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mengadakan rekoleksi menyongsong  hari ulang tahun (HUT) konggregasi Serikat Sabda Allah (SVD) yang ke-143  dan pesta keluarga pada Kamis sore (6/9) di Kapela Agung Seminari Tinggi Ledalero. Hadir pada kesempatan itu para pastor, para  frater, bruder, dan suster dari komunitas biara SSpS Ledalero. Rekoleksi ini diisi oleh sharing pengalaman dari para yubilaris, antara lain P. Yanuarius Lobo, SVD, P. Kondrad Kebung, SVD, dan P. Willem Djulei, SVD yang merayakan panca windu hidup membiara, P. Emanuel Wero, SVD yang merayakan perak imamat, dan P. Antonius Jemaru, SVD, P. Maximus Manu, SVD,  P. Agustinus Senda, SVD dan Br. Lukas Tukan, SVD  yang merayakan perak hidup membiara. 

Pater Yanuarius dalam sharingnya menyampaikan ungkapan syukur dan kegembiraannya atas pengalaman hidup yang sudah dijalaninya. “ Perasaan dominan yang saya alami saat ini adalah gembira dan syukur. Gembira dengan pengalaman hidup yang sudah saya jalani. Saya juga berterima kasih kepada SVD mulai dari generalat di Roma, SVD Ende, dan komunitas Ledalero yang telah mempercayakan saya dalam tugas-tugas. Perasaan syukur dan gembira itu lahir dari sejarah panjang hidup saya” Demikian disampaikan imam kelahiran Laja, Bajawa itu.   
Sementara Pater Kondrad membagikan keutamaan-keutamaan manusiwai yang dimilikinya, seperti pekerja keras dan ketekadan yang sangat tinggi, disiplin yang tinggi, penampilan yang tenang dan serius, hidup sederhana, serta punya hati yang mau membantu sesama. Menurut imam kelahiran Lewolaga, Flores Timur ini, keutaamaan-keutamaan yang dimiliknya itu diperolehnya dari tengah-tengah keluarga. “Keutamaan-keutamaan ini bertumbuh sejak dari keluarga. Kerja keras membuat saya tidak memiliki banyak kesulitan dalam studi. Studi S2 saya hanya ditempuh dalam waktu satu setengah tahun dan S3 di Boston ditempuh dalam waktu tiga setengah tahun. Selain itu, sejak kecil, orang tua mengajarkan kami anak-anak untuk setia dengan tugas dan berdisiplin.” 

“Kalau sekarang kamu bertanya kepada saya: apa yang kamu rasakan selama 25 tahun ini? Saya hanya menjawab: bahagia. Mengapa? Menjadi imam adalah cita-citaku sejak sekolah dasar.” Demikian yang disampaikan oleh Pater Eman Wero pada awal sharingnya yang disambut gelak tawa oleh peserta. Pada bagian lain sharingnya, pemilik suara merdu ini menyampaikan rasa syukur atas talenta yang dimilikinya. “ Talenta menyanyi yang saya miliki adalah kekuatan yang mampu memberi makna pada imamat saya. Saya telah mengajarkan  banyak orang untuk memuliakan Tuhan dengan menyanyi.
Semantara itu, Pater Anton pada bagian awal sharingnya menceritakan pengalaman hidup masa kecil yang disemangati jiwa bisnis. “Saya punya obsesi dalam hidup saya untuk menjadi anak yang sukses. Inilah yang menjadi spirit yang menjiwai saya dalam melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, saya kreatif, hidup hemat, tertib dalam memakai uang, dan pandai mencari uang dengan berbisnis minyak tanah dan sembako.” Karena bakat yang dimilikinya ini, imam yang murah senyum ini dipercayakan untuk menjadi ekonom di Ledalero, yang adalah tempat yang tidak  pernah diimpikannya untuk hidup dan berkarya.
Sedangkan Br.Lukas membagikan pengalaman hidupnya ketika bekerja di pedalaman di Australia sebagai perawat untuk orang-orang yang menderita HIV/AIDS, para pemuda yang suka mabuk-mabukan dan isap ganja. Pada bagian lain sharingnya, bruder yang ramah ini membagikan pengalaman suka duka dalam melayani para sesepuh (red: imam dan bruder)  di Biara Simeon, tempat dia bekerja selama tujuh tahun trakhir, sejak 2011 hingga saat ini.
“Apa itu SVD? SVD adalah kebersamaan, SVD kemiskinan dalam Roh; Roh yang membebaskan, SVD adalah tangan yang menjamah orang-orang miskin dan tertindas.” Demikian ditandaskan oleh Pater Agus Senda pada bagian penutup sharingnya, sebelum ditutup dengan sebuah lagu yang berjudul “Saat Indah Berjumpa dengan Tuhan.” Sementara itu, dalam bentuk tayangan video, Pater Maksi menarasikan perjalanan hidupnya sebagai biarawan SVD dalam studi dan tugas-tugas yang dipercayakan oleh konggregasi baik tugas di dalam negeri maupun tugas di luar negeri.***

Distributor & Editor: Flory Djahut

Keluarga Besar Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Membuka Acara Pesta Family 2018


Seminariledalero.org - Keluarga besar Seminari tinggi St. Paulus Ledalero membuka rangkaian acara pesta family 2018 di Lapangan Sepak Bola Wairpelit, Desa Takaplager, Kecamatan Nita, Kamis (23/08) pada pukul 15.00 Wita. Kegiatan pesta family ini merupakan rutinitas tahunan untuk menyongsong hari ulang tahun Serikat Sabda Allah pada setiap tanggal 08 September.
Disaksikan Seminariledalero.org, acara pembukaan diawali dengan perarakan dari halaman depan Kapela Agung Seminari Ledalero menuju tempat upacara di lapangan Wairpelit. Para Frater terlihat begitu antusias selama perarakan berlangsung. Mereka tiada henti meneriakan yel-yel kebanggaan dan membunyikan gendrang sepanjang jalan menuju tempat upacara di lapangan Wairpelit.
Hadir dalam kegiatan ini, Pater Wakil Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, P.Yosef Keladu, SVD, para prefek unit-unit, beberapa anggota rumah jompo Biara Simeon, para frater dan bruder, para suster SSpS Wairpelit, serta  karyawan/karyawati. Upacara dipimpin langsung oleh ketua olahraga komunitas Fr. Frids Anin, SVD dan pembina upacara, Pater Yosef Keladu, SVD.
Mempererat Kekeluargaan dan Persaudaraan
 Pater Yosef dalam amanatnya menggarisbawahi tujuan utama dari semua pertandingan yang dibuat, yakni mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan  antar-sesama warga komunitas. "Ciri khas sebuah pertandingan adalah kompetisi, selalu ada yang kalah dan selalu ada yang menang. Setiap pertandingan selalu menghasilkan kebanggan dan kepuasan di satu sisi dan kekecewaan serta ketidakpuasan di sisi lain. Ini adalah hal yang biasa dalam setiap kompetisi. Akan tetapi, karena pertandingan ini dibuat dalam rangka pesta family, maka persaingan yang kita alami dan lakukan harus terarah pada tujuan itu. Pesta family dibuat agar kita mempererat kekeluargaan, keakraban, dan persaudaraan satu sama lain"; kata Pater Yosef.
Lebih lanjut Pater Yosef yang juga menjabat sebagai wakil ketua 1 pada STFK Ledalero itu menegaskan bahwa dalam setiap pertandingan yang dibuat, masing-masing peserta harus menjaga sportivitas dan menerima segala hasil yang diperoleh. "Dalam pertandingan ini, masing-masing peserta harus menjaga sportivitas dan menerima apa pun hasil yang diperoleh. Dengan demikian, pesta family ini benar-benar mempererat kekeluargaan dan persaudaraan di antara kita."
Usai memberikan amanat, Pater Yosef selaku pembina upacara menyalakan obor sebagai tanda dibukanya kegiatan pertandingan Pesfam 2018 secara resmi. Penyalaan obor oleh wakil rektor ini disambut dengan tepukan tangan meriah dari semua peserta upacara.
Penarkan Lotre untuk Pertandingan Perdana
            Setelah upacara pembukaan berakhir, diadakan penarikan lotre untuk menentukan team yang merumput dalam laga perdana sore ini. Berdasarkan lotre itu unit St. Fransiskus dan unit St. Gabriel keluar sebagai club yang berlaga pertama dalam pesfam 2018. Pertandingan kedua unit ini dimenangkan oleh Unit St. Fransiskus lewat cetakan Fr. Tomy Lehan pada menit injury time babak kedua. (Fr. Aris Manehat)

Tuesday, August 21, 2018

Pater Superior General Adakan Pertemuan dengan Para Frater


seminariledalero.org - Pater Paulus Budi Kleden, SVD, Superior General Serikat Sabda Allah mengadakan pertemuan dengan para frater berkaul sementara di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Jumat (17/08/2018). Pertemuan beralangsung selama dua setengah jam, dari pukul 16.30 hingga pukul 19.00 Wita.  Pertemuan ini menjadi salah satu agenda kunjungan perdana Superior General setelah dipilih dalam Kapitel General di Nemi, 17 Juni – 14 Juli 2018 yang lalu.

Ada beberapa hal penting yang dijelaskan oleh Pater Paulus Budi Kleden, SVD dalam tatap muka ini antara lain mengenai proses dan hasil Kapitel General, pendalaman spiritualitas misioner, formasi dasar dan komitmen JPIC. Sehubungan dengan Kapitel General ke XVIII, Pater menjelaskan bahwa jumlah kapitularis 149 orang yang terdiri dari: 118 orang Kapitularis, 14 orang pengamat dan 17 orang staf yang bekerja sebagai sekretaris kapitel. Menurut Pater Budi, Kapitel General ke- XVIII ini memiliki dua kekhasan: Pertama, untuk pertama kalinya menggunakan 2 fasilitator yang berasal dari anggota SVD dan seorang Biarawati SSpS. Kedua, kapitel general juga mengedepankan proses disermen melalui sharing Kitab Suci setiap hari sebelum memulai pertemuan kapitel.
“Disermen menjadi sarana yang baik untuk berefleksi. Melalui disermen seluruh peserta Kapitel menemukan kehendak Allah. Tentunya kehendak Allah itu bersumber dari Kitab Suci yang menjadi semangat dasar pembaharuan spiritualitas misioner. Mengenai Disermen, Paus Fransiskus memiliki pengalaman khusus dalam merancang eksiklik yang mempengaruhi dunia. Kita sebagai kaum religius perlu menggunakan metode ini untuk mengambil keputusan-keputusan penting”, demikian jelas Pater Budi.
Lebih lanjut Pater Superior General menjelaskan tiga pernyataan kapitel yang diambil dari tema Kapitel General “Kasih Kristus mendesak kami (2 Kor 5:14): Berakar dalam Sang Sabda dan berkomitmen untuk misiNya”. Tema ini bertujuan untuk mendorong proses pembaharuan rohani dan membawa semua anggota kepada Sabda Allah sebagai sumber hidup, panggilan dan perutusan serta komitmen religius-misioner. Adapun tiga pernyaaan kapitel tersebut memiliki konsekuensinya tersendiri. Pertama, kasih Kristus mendesak Kami. Dalam bagian ini seluruh kapitularis diarahkan untuk mendalami kasih Allah secara pribadi, melakukan disermen untuk mengetahui kasih Allah yang dialami oleh St. Arnoldus Jansen, SVD dan mensharingkan realitas kasih Allah dalam kehidupan komunitas. Kedua, keberakaran dalam Sang Sabda. Dalam bagian ini kapitularis diarahkan untuk disermen. Ketiga, berkomitmen dalam misi-Nya, yakni misi ad intra dan misi ad extra.
Dalam pertemuan ini, Pater Superior General juga menjelaskan tentang pendalaman spiritualitas misioner. Spiritualitas, menurut Pater Budi bukan soal kesalehan atau doa tetapi suatu relasi dasar dengan Tuhan, sesama dan alam ciptaan. Melalui spiritualitas semua anggota Serikat mampu menghadapi tantangan dan tidak mudah putus asa. “Satu hal penting dalam spiritulitas misioner kita adalah kerelaan berkorban. Hal ini menjadi bagian inti dari misi kita”, kata Pater Budi.
Salah satu hal penting yang dijelaskan oleh Pater Superior General dalam pertemuan ini adalah mengenai komitmen JPIC. Pater Budi mengajak para Frater untuk memperhatikan secara serius kaum marginal yang disingkirkan karena menjadi korban ketidakadilan. Setiap anggota SVD dipanggil untuk berjuang bersama orang miskin mencapai kehidupan yang layak. Dalam menjalankan tugas ini, Pater Budi menekankan beberapa hal penting seperti spiritualitas yang menghadirkan Allah dalam perjuangan bersama orang miskin, wawasan yang memadai dan kemampuan khusus untuk mengorganisir kelompok-kelompok rentan.
Pater Ignas Ledot, SVD sebagai moderator dalam pertemuan ini memberi ruang kepada para Frater untuk memberikan pertanyaan kepada Pater Superior General. Dalam kesempatan itu, Fr. Iden Tober, SVD menanyakan tentang kesaksian Pater Superior General tentang dedikasi misionaris SVD Indonesia di tanah misi. Menanggapi pertanyaan ini, Pater Budi mengambarkan kekhasan misionaris Indonesia yang terbuka terhadap kebudayaan baru dan mudah didekati juga mendekati orang dari berbagai latar belakang. Tetapi, Pater Budi mengingatkan akan satu tangangan besar misionaris Indonesia adalah bahasa. Dalam kesempatan ini, Pater Budi mengajak para Frater untuk tekun belajar bahasa karena bahasa menjadi pintu masuk untuk mempelajari kebudayaan baru.
Berkaitan dengan  misi, Frater Calvin Pala, SVD bertanya kepada Pater Superior mengenai daerah-daerah yang mengalami tantangan berat dan strategi Serikat dalam menangani persoalan tersebut. Dengan penuh optimisme, Pater Budi memberikan motivasi bahwa setiap misionaris memiliki tantangan tersendiri. Akan tetapi, dalam Tuhan semua tantangan itu bisa diatasi dengan baik. Lebih lanjut, Pater Budi menginformasikan beberapa negara yang mengalami pergolakan politik dan mempengaruhi misi SVD antara lain: Cina, Vietnam, Venezuela dan Nikaragua.
Di akhir pertemuan Pater Budi meminta doa dari Para Frater dalam tugasnya memimpin 6800 anggota SVD yang berkarya di 84 negara. Pater Budi juga memberikan beberapa nasihat kepada seluruh Frater untuk menyiapkan diri menjadi misionaris SVD terutama di era digital ini. Pater Budi meminta Para Frater untuk bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial sebagai jalan pewartaan. “Ada bahaya bahwa semua hal dalam komunitas diekspos ke dunia luar. Sebagai religius misionaris, kita harus bijak menggunakan media sosial. Kita harus membedakan ruang publik dan ruang privat secara bijaksana” jelas Pater Budi merendah. (Rio Nanto)