Monday, January 16, 2017

Frater Unit Agustinus Adakan Kerja Bakti

kegiatan kerja bakti unit agustinus
Seminariledalero.org - Para frater Unit St. Agustinus Ledalero mengadakan kerja bakti berupa pengumpulan sejumlah besar batu guna mendukung pembangunan gedung gereja Paroki St. Yosep Wairpelit, Senin (16/1/2017) pagi. Batu-batu itu diambil dari kali Wairpelit dan dikumpulkan di pinggir jalan untuk kemudian diangkut ke lokasi pembangunan gereja baru dengan menggunakan mobil truk.
Disaksikan Seminariledalero.org, kegiatan ini dipimpin langsung Prefek Unit St. Agustinus Pater Juan Orong, SVD dan Pastor Kepala Paroki Wairpelit Pater Goris Sabon, SVD. Selain Pater Juan, Pater Goris dan para frater, turut hadir beberapa ibu dari Lingkungan Gere yang juga bekerja sama mengumpulkan batu.
Pater Juan ketika diwawancarai Seminariledalero.org  mengatakan dirinya mengapresiasi antusiasme para frater. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi dan dukungan para frater untuk umat dan konfrater SVD yang berkarya di Paroki St. Yosep Wairpelit.
“Dari segi formasi, ini merupakan bentuk kerja tangan. Hal ini sekaligus juga menjadi gambaran kalau nanti jadi pastor kita harus membangun paroki dari umat, tidak bergantung dari donatur. Umat harus dilibatkan, sehingga pembangunan bisa berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu, Pastor Kepala Paroki St. Yosep Wairpelit Pater Goris Sabon, SVD mengucapkan terima kasih untuk partisipasi pater dan frater Unit St. Agustinus dalam pembangunan gereja Paroki Wairpelit. Pater Goris berharap aksi-aksi seperti ini bisa dilanjutkan lagi pada masa-masa mendatang.
Pater Goris juga mengisahkan bahwa pembangunan gereja Paroki Wairpelit merupakan hasil swadaya, yakni dari umat, oleh umat dan untuk umat. “Partisipasi umat sangat penting. Tujuannya adalah untuk mendidik umat agar hidup mandiri. Dana yang terkumpul dari umat sebesar Rp900 juta lebih. Selain itu, umat juga dengan sukarela menyumbangkan batu dan bambu, sehingga anggaran menjadi lebih hemat,” tegasnya.

Penulis: 
Frater WilLerisam, SVD
         


Frater Unit Mikhael Rekreasi Bersama Suster Wajah Kudus

unit mikhael
Seminariledalero.org - Para frater Unit St. Mikhael Ledalero mengadakan rekreasi bersama anggota Komunitas Susteran Wajah Kudus Koting di pantai Krokowolon, Minggu (15/1/2017). Kegiatan ini bertujuan mempererat persatuan dan kekompakkan sesama biarawan dan biarawati dalam mewartakan Sabda Allah.
Hadir dalam kegiatan ini Pemimpin Umum Komunitas Susteran Wajah Kudus Koting Suster Emiliana Sepe CSV, Prefek Unit St Mikhael Pater Fredi Sebho SVD  dan Pater Ito Dhogo SVD. Selain itu hadir juga beberapa karyawan dan karyawati dari kedua biara.
Suster Emiliana dalam wawancara singkat dengan Seminariledalero.org mengatakan kegiatan rekreasi ini dibuat pertama-tama agar anggota Komunitas Susteran Wajah Kudus Koting dapat memulai tahun yang baru ini dengan sebuah tekad dam komitmen yang kuat. Bagi dia, komitmen itu dapat hadir dengan mengalami dan merefleksikan kegembiraan dan keceriaan yang hadir selama kegiatan rekreasi tersebut.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan relasi yang harmonis dengan komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero melalui Unit Mikhael. Pater Ito dan saya berinisiatif mengadakan kegiatan ini agar para frater, suster, aspiran dan karyawan-karyawati menjadi satu dalam mewartakan injil Tuhan,” katanya.
          Sementara itu, perwakilan para frater Unit St. Mikhael Frater Ono Jonsi SVD mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan syukur  para frater Unit St. Mikhael atas perayaan pesta pendiri serikat St. Arnoldus Janssen yang jatuh pada hari yang sama.
          Kegiatan rekreasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam ini diisi dengan Ja’i dan Tebe bersama, berbagai permainan rekreatif, dan santap siang bersama.
Penulis: 
Frater Apink Edor, SVD

Unit Yosef Freinademetz Buka Pesta Pelindung Unit

kegiatan pesta famili unit yosef
Seminariledalero.org - Dalam rangka menyongsong pesta pelindung unit pada 29 Januari mendatang, pater dan frater Unit St. Yosef Freinademetz secara resmi membuka pesta pelindung unit pada Senin, (16/1/2017), yang berlangsung di lapangan futsal Unit St. Yosef Freinademetz, Ledalero. Upacara pembukaan pesta pelindung unit ini diikuti oleh semua anggota unit dan dipimpin Prefek Unit Pater Kanis Bhila, SVD.
Pesta pelindung unit secara resmi dibuka dengan penyalaan obor sebagai lambang semangat juang dan kerja keras. Penyalaan obor ini dilakukan Pater Kanis Bhila, SVD dan disambut tepuk tangan meriah para peserta upacara.
Pater Kanis dalam kata sambutan singkatnya menyatakan bahwa ajang ini merupakan sarana untuk mempererat ikatan tali persaudaraan dan saling mendukung panggilan antara semua anggota unit. Sebab itu, beliau menegaskan bahwa yang terutama adalah semangat kerja sama dan sportivitas dalam setiap pertandingan yang akan dilaksanakan.
Dalam upacara pembukaan ini, para frater dibagikan ke dalam enam kelompok yaitu kelompok Pepes (Pria-pria Soleha), Lapendos (Laki-laki pendosa), Tanah Kering, Kancil, Naga Darat, dan Bajak Laut. Keenam kelompok ini akan mengikuti berbagai mata lomba guna merameriahkan pesta St. Yosef Freinademetz. Adapun mata lomba yang akan dibuat adalah futsal, tenis meja, kartu remi, stand up comedy dan Yosef Idol.
Disaksikan oleh seminariledalero.org, usai upacara pembuka langsung diadakan pertandingan futsal antara kelompok Pepes melawan kelompok Lapendos. Pertandingan ini berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan kelompok Lapendos.
Ketua Unit St. Yosef Freinademetz Frater Har Yanssen, SVD saat dihubungi secara terpisah menyampaikan bahwa semua kegiatan yang dibuat diharapkan dapat mempererat rasa persaudaraan di antara para frater unit Yosef Freinademetz. Lebih dari itu kegiatan ini juga dibuat untuk menghidupkan kembali semangat misionaris sulung Serikat Sabda Allah, St. Yosef Freinademetz, antara lain semangat bermisi, berdialog, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Penulis: 
Frater Hans Syukur, SVD

Sunday, January 15, 2017

Komunitas Ledalero Rayakan Pesta Pendiri Serikat

Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero,
 Pater Kletus Hekong SVD
seminariledalero.org - Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero merayakan pesta pendiri serikat Santo Arnoldus Janssen dengan mempersembahkan ekaristi syukur di Kapel Agung Seminari Tinggi Ledalero, Minggu (15/1/2017) pagi. Perayaan yang dipadukan dengan upacara pembukaan masa novisiat kekal ini dipimpin Rektor Seminari Tinggi Ledalero Pater Kletus Hekong SVD, sedangkan kotbah dibawakan Pater Remi Ceme SVD.
Tampak hadir dalam perayaaan ini Wakil Provinsial SVD Ende Pater Lukas Jua SVD, para Anggota Dewan Rumah Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Prefek Kordinator Pater Ito Dhogo SVD, para pater prefek, suster, bruder dan frater. Selain itu hadir juga karyawan dan karyawati, serta beberapa umat dari luar komunitas Seminari Tinggi Ledalero.
Pater Remi dalam kotbahnya menegaskan, pesta St. Arnoldus Janssen pada tahun ini mengajak seluruh anggota SVD untuk kembali ke inti, sumber dan pedoman arah kehidupan sebagai anggota Serikat Sabda Allah. Pembaruan diri dan serikat hanya akan berhasil jika setiap anggotanya kembali mencintai sabda Allah dengan mengamalkannya dalam keseharian hidup dan karya.
“Spiritualitas hidup St. Arnoldus Janssen, yang bersumber pada Sabda Allah yang menjelma menjadi manusia, merupakan warisan abadi bagi semua anggota SVD untuk membiarkan diri dibentuk oleh Sabda Allah itu sendiri. Sebagaimana Sabda Allah menjelma menjadi manusia karena peduli terhadap manusia berdosa, kita juga semestinya lebih peduli terhadap sesama yang menderita,” katanya.
Sementara itu, Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Pater Kletus Hekong SVD dalam kata sambutan singkatnya menyampaikan ucapan selamat berpesta kepada seluruh anggota Komunitas Ledalero. Menurut Pater Kletus, perayaan syukur ini selain dimaknai sebagai kesempatan mengenang pendiri serikat, juga dipakai sebagai momen mengevaluasi dan membarui semangat SVD dalam diri masing-masing anggota.
Perayaan syukur mengenang pendiri serikat St. Arnoldus Janssen ini dimeriahkan juga oleh kor yang dibawakan para frater dari Unit St. Yosef Freinademetz. Sedangkan para frater dari Unit St. Agustinus dipercayakan sebagai misdinar, lektor dan akolit.


Penulis: 
Frater Har Yansen, SVD

24 Frater Memulai Masa Novisiat Kekal

Para Frater probanis
seminariledalero.orgSebanyak duapuluh empat frater yang baru saja menyelesaikan masa TOP dan OTP secara resmi memulai masa novisiat kekal mereka melalui perayaan ekaristi di Kapel Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Minggu (15/1/2017). Duapuluh empat frater ini menyatakan kesiapan mereka memasuki masa-masa pembinaan jelang kaul kekal, setelah sebelumnya tujuh orang rekan mereka memilih mengundurkan diri dari SVD. 
Disaksikan Seminariledalero.org, upacara ini ditandai dengan pemangilan nama para frater yang dipandu Prefek Novis Kekal Pater Maximus Manu SVD. Para frater ini kemudian menerima berkat dari Pater Rektor dan semua imam konselebran. Selanjutnya para frater maju satu per satu dan menerima buku panduan program novisiat kekal dari Pater Rektor Seminari Ledalero.
Pater Kletus Hekong SVD dalam kata pembukanya menyampaikan bahwa masa novisiat kekal merupakan suatu masa khusus bagi seorang biarawan misionaris Serikat Sabda Allah untuk menimba kekuatan baru sebelum mengikrakan kaul kekal. Masa ini menjadi kesempatan emas bagi seorang biarawan misionaris SVD untuk bersatu dengan Allah di dalam ekaristi dan SabdaNya.
“Masa novisiat kekal ini berlangsung selama enam bulan dan kemudian akan ditutup dengan ret-ret agung selama tiga puluh hari. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk berdoa, baca kitab suci, memperdalam refleksi dan memperkuat hidup berkomunitas,” pesan Pater Kletus.
Pater Maximus Manu, SVD
Sementara itu, Prefek Novis Kekal Pater Maxi Manu SVD kepada Seminariledalero.org menjelaskan  bahwa masa novisiat kekal merupakan masa untuk mengenal diri dan panggilan sebagai orang pilihan Tuhan. Karena itu Pater Maxi mengharapkan supaya masa novisiat kekal ini digunakan secara serius supaya bisa mengenal diri dan menjawab panggilan Tuhan dengan mantap dan pasti. Lebih dari itu, Pater Maxi mengharapkan supaya melalui program-program yang akan dilaksanakan selama masa probanis ini, kedua puluh empat frater ini dapat mengikrarkan kaul kekal sebagai biarawan misionaris Serikat Sabda Allah.
Kedua puluh empat frater yang melamar masuk novisiat kekal tersebut terdiri dari duapuluh dua frater yang baru menyelesaikan masa TOP dan dua frater yang baru menyelesaikan masa OTP di Austria. Duapuluh dua frater TOP adalah Fr. Yohanes B. I. Loe SVD, Fr. Hironimus E. Lengi SVD,  Fr. Yulius Hendra Ragha SVD, Fr. Yohanes S. Riberu SVD, Fr. Yosef Nenat SVD, Fr. Yanuarius S. Veto SVD, Fr. Sebastianus Sa’u SVD, Fr. Benediktus Bnani SVD, Fr. Simplisius Bau Mali SVD, Fr. Krispin Leo SVD, Fr. Pridensius Tober SVD, Fr. Arnoldus A. Tage SVD, Fr. Edward B. Geo SVD, Fr. Wempianus M. Jawa SVD, Fr. Silvanus Nairale SVD, Fr. Aloysius U. Moron SVD, Fr. Stefanus Bao Kumanireng SVD, Fr. Angelicus E. Rebon SVD, Fr. Lukas Eminaldo Beo SVD, Fr. Kamilus D. Bakang SVD, Fr. Tommy N. Lehan SVD, Fr. Benny Ardial Raydais SVD. Sedangkan dua frater yang baru menyelesaikan masa OTP adalah Fr. Inosensius Reldy SVD dan Fr. Marjon Tahoni, SVD.

Penulis:

Frater Har Yansen, SVD

Saturday, January 14, 2017

Teater “Menjaga Api” Memukau Penonton

Pementasan teater Aletheia
 seminariledalero.org - Teater berjudul “Menjaga Api” yang dipentaskan oleh Aletheia (kelompok minat teater para Frater Seminari Tinggi Ledalero) berhasil memukau ratusan penonton yang memadati aula Sta. Theresia Avilla, Bhaktyarsa, Maumere, pada Rabu (11 Januari 2017) malam. Selain Aletheia, pementasan teater ini juga melibatkan para siswa SMA Bhaktyarsa, beberapa guru di SMP Virgo Fidelis dan SMA Bhaktyarsa, serta beberapa anggota Orang Muda Katolik (OMK).
          Disaksikan seminariledalero.org, ratusan penonton yang memadati aula Bhaktyarsa, sangat antusias menyaksikan teater ini. Penonton tampak begitu menikmati setiap adegan yang ditampilkan, dan tidak beranjak pergi hingga teater berakhir. Pada bagian akhir teater, penonton disajikan kejutan yang memesona dengan tampilnya tiga Frater SVD (Fr. Yoko, Fr. Charloz, dan Fr. Obeth) beserta lukisan yang mereka hasilkan. Lukisan ini mereka buat sepanjang teater berlangsung.
          Tampak hadir menyaksikan teater ini Superior General SSpS Sr. Maria Theresia Hormeman SSpS, Provinsial SSpS Flores Bagian Timur Sr. Inosensia SSpS, Provinsial SVD Ende Pater Leo Kleden SVD, para frater dan pastor dari Seminari Tinggi Ledalero, para mitra kerja SSpS dan ratusan penonton lainnya yang memenuhi aula. Penonton yang tidak mendapat tempat di dalam ruangan, rela berdiri di luar ruangan sepanjang teater berlangsung.
Teater karya ketua Aletheia, Fr. Selo Lamatapo SVD, ini dibuat dan dipentaskan khusus dalam rangka peringatan 100 tahun karya para Suster SSpS di Indonesia. Teater ini mengisahkan perjuangan para misionaris perdana SSpS yang tiba di Lela untuk menghidupkan semangat misi di tengah berbagai tantangan pada masa itu, situasi masa kini yang menjadi latar dari karya pelayanan SSpS saat ini, dan berbagai tantangan dalam karya pelayanan SSpS di masa mendatang.
Fr. Selo, yang ditemui seminariledalero.org usai pementasan mengungkapkan rasa gembiranya atas kesuksesan mementaskan teater ini. “Kesuksesan ini merupakan hasil karya dan jerih lelah dari semua anggota yang terlibat secara aktif di dalam teater ini, sesuai dengan porsi dan perannya masing-masing,” kata Fr. Selo.

Pilihan
          Pendamping Kelompok Teater Aletheia Fr. Ferer Dede SVD, seperti tercantum dalam akun facebooknya mengungkapkan pementasan sebuah teater sebenarnya menyimpan pertanyaan-pertanyaan. “Teater Menjaga Api menghadirkan dua pilihan dalam kalimat tanya: apakah kita mau menjadi api yang membinasakan kehidupan ataukah kita mau menjadi api yang memurnikan dan menerangi kehidupan?” tulis Fr. Ferer.
          Fr. Ferer mengungkapkan melalui teater “Menjaga Api” Aletheia Ledalero sudah separuh menjangkau banyak orang. Aletheia sudah menghimpun banyak pihak untuk bersatu. “Aletheia memberi ruang mengembangkan bakat-bakat yang terpendam. Aletheia tidak berjalan sendiri. Aletheia ada untuk orang lain,” tulis Fr. Ferer.
          Fr. Geby Akhir SVD, yang ditemui usai menyaksikan pementasan teater ini mengungkapkan kekagumannya atas teater yang luar biasa ini. “Ini teater yang begitu indah, penuh daya refleksi dan mampu memadukan simbol-simbol dengan baik. Saya bersyukur bisa menyaksikan teater yang indah ini,” katanya.























Penulis :
Kristo Suhardi

Thursday, January 12, 2017

Frater Ledalero bersama FKUB Kewapante Nyalakan Obor Toleransi

Pater Hendrik Maku SVD
seminariledalero.org - Beberapa Frater dan Pastor dari Seminari Tinggi Ledalero bersama Forum Kerukunan Antaumat Beragama (FKUB) Kewapante menyalakan obor toleransi antaragama dalam kegiatan tahun baru bersama antarumat beragama di halaman Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Kristus Jawaban Cabang Geliting, Kewapante, Rabu (11/1) malam.
Kegiatan yang bernaung di bawah tema “Kasih Tuhan Mempersatukan Kita” ini dipadukan juga dengan aksi galang dana solidaritas kemanusiaan untuk membantu para pengungsi korban gempa di Aceh. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana persaudaraan ini dihadiri juga oleh tokoh pemerintah dan tokoh umat lintas agama.
          Frater Vitalis Nasrudin SVD, dari Seminari Tinggi Ledalero, dalam narasi yang ia bacakan sebelum menyalakan obor toleransi antarumat beragama mengungkapkan tidak ada perdamaian dunia tanpa perdamaian antaragama. Tidak ada perdamaian antaragama tanpa dialog dan kerukunan antaragama.
          “Tanpa pengakuan akan keberagaman tidak mungkin kita dapat menciptakan Indonesia yang damai. Tanpa pengakuan akan kebhinekaan tidak mungkin kita menciptakan Indonesia sebagai rumah kita bersama. Pesan perdamaian tersebut harus lahir dan terpancar keluar dari agama-agama. Agama-agama harus menyadarkan umatnya bahwa keberagaman yang menjadi warisan tradisi masyarakat Indonesia adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dirawat,” kata Fr. Villan.
          Karena itu, seperti dibacakan Fr. Villan, agama-agama harus mengutuk setiap ajaran yang mempromosikan kekerasan, pembunuhan, dan sikap-sikap serta perilaku tidak toleran sebagai ungkapan kesalehan. Kesalehan sejati terungkap dalam kerja-kerja kemanusiaan, sikap belaskasih, dan pembelaan terhadap orang-orang yang dipinggirkan dan dikalahkan, serta keberpihakkan kepada para korban.
          “Sesungguhnya, Tuhan itu Mahapengasih dan Mahapenyayang. Karena itu, agama-agama semestinya menghadirkan wajah Tuhan yang Mahapengasih dan Mahapenyayang itu kepada sesama manusia. Agama-agama mesti menyalakan api perdamaian, kerukunan dan belaskasih kepada sesama manusia,” kata Fr. Villan.
          Usai pembacaan narasi awal ini, tokoh-tokoh umat dan perwakilan dari agama-agama menyalakan obor toleransi. Obor toleransi ini menggambarkan api perdamaian, persatuan dan belaskasih kepada sesama. Penyalaan api perdamaian ini disambut dengan tepukan tangan penuh sukacita dari ratusan peserta yang menghadiri acara ini. 

Pendidikan Toleransi
          Koordinator umum kegiatan obor toleransi dan aksi solidaritas kemanusiaan Pater Hendrik Maku SVD, mengungkapkan tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar pengumpulan dana tetapi terutama merupakan bentuk pendidikan toleransi lintas agama. Sebagai bentuk pendidikan, maka sejak awal kegiatan ini dirancang sedemikian rupa sehingga mampu melibatkan umat dari berbagai agama.
          “Ketika mengetahui ada gempa di Aceh, muncul ide dari beberapa pastor di Ledalero agar berbuat sesuatu guna membantu para korban. Ide ini kemudian terus berkembang. Setelah mengadakan pertemuan di Candraditya, kami sepakat untuk melibatkan umat dari berbagai agama. Saya kemudian menghubungi ketua FKUB Kewapante dan tokoh-tokoh agama di Kewapante. Mereka memberikan respons positif dan antusias menanggapi ide ini. Kami memiliki semangat yang sama yakni membuat aksi solidaritas lintas agama,” kata Pater Hendrik.
          Lebih lanjut, Dosen Islamologi pada STFK Ledalero ini mengungkapkan gema dari kegiatan ini diharapkan mampu mengajak banyak orang untuk belajar membangun kerja sama dan kerja kemanusiaan lintas agama. Pater Hendrik juga mengapresiasi partisipasi aktif dari semua peserta kegiatan.

          “Untuk konteks kita di Kabupaten Sikka, saat ini memang belum ada ancaman serius yang mengganggu kerukunan hidup beragama kita. Hal yang kita buat ini merupakan langkah antisipatif dan ajakan untuk selalu setia merawat kerukunan. Dengan memperat tali kasih dan toleransi, kita tidak akan mudah diracuni oleh isu-isu yang ditiupkan dari luar,” kata Pater Hendrik. 














Penulis :
Kristo Suhardi