
seminariledalero.org - M
inggu (14 Agustus 2016) pukul 16.00 Wita, para orangtua ke-18 frater yang akan mengikrarkan kaul kekal kebiaraan dalam Serikat Sabda Allah (SVD) pada Senin (15 Agustus 2016) mengikuti rekoleksi bersama. Rekoleksi bersama ini merupakan kesempatan berharga untuk merasakan sentuhan kasih Tuhan terhadap kehidupan yang selama ini dialami. Kegiatan ini terjadi di ruangan Heekeren (salah satu ruang kampus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero). Ada dua pembicara utama dalam kegiatan ini, yakni Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Pater Kletus Hekong, SVD dan Sekretaris Misi Provinsi SVD Ende P. Hubertus Tenga, SVD. Kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Veni Creator Spiritus. Peserta rekoleksi mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Mereka begitu semangat dan menaruh perhatian penuh pada penjelasan dari kedua pembicara.
Pater Kletus mengatakan, kehidupan di Seminari Tinggi ini ada pasang dan surutnya. Ada situasi terang di mana seminari ini seakan berdiri kokoh di atas puncak gunung sukacita, ada juga situasi suram bahkan menyeramkan di mana seminari ini seakan berada persis di lembah air mata.
“Situasi terang dialami ketika seluruh anggota komunitas menjalankan tugasnya dengan baik dan berhasil. Sejak tahun 1982, Seminari ini telah menghasilkan 10 Uskup SVD dan mengutus kurang lebih 600 misionaris SVD untuk berkarya di 69 negara di dunia. Situasi suram dialami ketika terjadi krisis. Puncak situasi suram terjadi pada tahun 1992 ketika gempa bumi yang sangat dasyat menghancurkan 70% bangunan fisik Ledalero,” kata Pater Kletus.
Pater Kletus mengimbau agar semua orang tua frater turut mengambil bagian dalam mendukung perjalanan hidup seminari ini. “Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero ini tak akan pernah mati. Tuhanlah yang mendirikan lembaga ini dan memanggil anak-anakNya untuk menjadi imam. Tolong doakan kehidupan di seminari ini,” kata Pater Kletus mengakhiri pembicaraannya.

Lebih jauh, P. Hubert mengusik pola pikir para peserta rekoleksi dengan membacakan beberapa penggal syair Khalil Gibran tentang konflik batin antara seorang anak dengan orang tua. “Anakmu bukanlah anakmu, mereka adalah anak dari kehidupan itu sendiri. Mereka datang melaluimu tapi bukan darimu. Dan walaupun mereka bersamamu tapi mereka bukan milikmu”.
“18 frater yang akan berkaul kekal senantiasa menjadi milik Gereja yang misioner, Gereja yang mewartakan dan siap memberikan kesaksian tentang Yesus. Hanya melalui iman yang teguh layaknya bunda Maria, para orangtua bisa rela menyerahkan putra terbaik mereka kepada Gereja melalui Serikat Sabda Allah. Serahkanlah anak-anak pada perlindungan Bunda Maria, karena dialah ibu kaum misionaris, ratu para imam”. Kata P. Hubert sebelum mengakhiri topik pembicaraanya.
(Andy Fani).
No comments:
Post a Comment